Urutan Khalifah Islam dari Masa ke Masa, Lengkap dan Jelas!

urutan khalifah Islam
urutan khalifah Islam

Urutan khalifah Islam adalah salah satu topik sejarah yang sering kali dipelajari setengah-setengah.

Padahal jika ditelusuri lebih dalam, perjalanan kepemimpinan umat Islam ini menyimpan banyak pelajaran berharga yang relevan sampai sekarang.

Bukan hanya soal nama dan tahun, tapi bagaimana roda kekuasaan berpindah dari satu tangan ke tangan lain, kadang mulus, kadang penuh gejolak.

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat pada tahun 632 M, umat Islam segera menghadapi pertanyaan besar: siapa yang akan memimpin setelah beliau? Jawabannya lahir dari musyawarah para sahabat, dan terpilihlah Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.

Inilah awal mula munculnya institusi yang disebut khalifah, secara harfiah berarti “pengganti”, yakni khalifatu rasulillah atau pengganti Rasulullah dalam kapasitas beliau sebagai pemimpin tertinggi umat, bukan pengganti posisi kenabian.

Ada juga istilah lain yang digunakan, yaitu Amirul Mukminin, yang bermakna pemimpin orang-orang beriman. Dua istilah ini kadang dipakai bergantian, meski dalam konteks tertentu memiliki nuansa yang sedikit berbeda.

Urutan Khulafaur Rasyidin

Masa kepemimpinan khalifah Islam yang paling sering disebut dalam literatur Islam klasik adalah era Khulafaur Rasyidin, yang berarti para khalifah yang mendapat petunjuk.

Rasulullah sendiri pernah berwasiat agar umat Islam mengikuti sunnahnya dan sunnah para khulafaur rasyidin setelahnya.

Menariknya, ada perbedaan pendapat kecil soal jumlahnya, empat atau lima orang. Sebagian ulama memasukkan Al-Hasan bin Ali karena beliau sempat memegang tampuk kepemimpinan meski hanya beberapa bulan.

Adapun urutan khulafaur rasyidin secara lengkap adalah:

  • Abu Bakar ash-Shiddiq ra, memerintah tahun 11–13 H / 632–634 M
  • Umar bin Khaththab ra, memerintah tahun 13–23 H / 634–644 M
  • Utsman bin Affan ra, memerintah tahun 23–35 H / 644–656 M
  • Ali bin Abi Thalib ra, memerintah tahun 35–40 H / 656–661 M
  • Al-Hasan bin Ali ra, memerintah tahun 40 H / 661 M (beberapa bulan)

Masa berlaku khilafah ini kurang lebih 30 tahun. Singkat memang, tapi pengaruhnya luar biasa panjang.

Di sinilah fondasi hukum Islam, perluasan wilayah, dan kodifikasi Al-Qur’an diletakkan. Khalifah Islam pertama, Abu Bakar, bahkan harus langsung menghadapi perang riddah (kemurtadan massal) tak lama setelah dilantik, situasi yang tidak main-main untuk kepemimpinan yang baru berumur hitungan hari.

Urutan Khalifah Bani Umayyah (Damaskus)

Setelah era khulafaur rasyidin berakhir, kekuasaan beralih ke dinasti Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus, Suriah. Dinasti ini berkuasa sekitar 89–90 tahun dan memiliki 14 khalifah. Khalifah pertamanya adalah Mu’awiyah bin Abi Sufyan, sementara yang terakhir adalah Marwan bin Muhammad.

Daftar nama khalifah Islam dari Bani Umayyah beserta masa pemerintahannya:

  • Mu’awiyah bin Abi Sufyan (40–61 H / 661–680 M)
  • Yazid bin Mu’awiyah (61–64 H / 680–683 M)
  • Mu’awiyah bin Yazid (64–65 H / 683–684 M)
  • Marwan bin Hakam (65–66 H / 684–685 M)
  • Abdul Malik bin Marwan (66–86 H / 685–705 M)
  • Walid bin Abdul Malik (86–97 H / 705–715 M)
  • Sulaiman bin Abdul Malik (97–99 H / 715–717 M)
  • Umar bin Abdul Aziz (99–102 H / 717–720 M)
  • Yazid bin Abdul Malik (102–106 H / 720–724 M)
  • Hisyam bin Abdul Malik (106–126 H / 724–743 M)
  • Walid bin Yazid (126 H / 744 M)
  • Yazid bin Walid (127 H / 744 M)
  • Ibrahim bin Walid (127 H / 744 M)
  • Marwan bin Muhammad (127–133 H / 744–750 M)

Yang menarik dari dinasti ini adalah kisah “pelarian” salah satu keturunannya ke Semenanjung Iberia. Ketika Abbasiyah menggulingkan Umayyah, seorang pangeran bernama Abdurrahman I berhasil kabur ke Spanyol dan mendirikan Kekhalifahan Umayyah di Kordoba, terpisah sepenuhnya dari kekuasaan Abbasiyah di Baghdad. Sejarah memang sering berjalan dengan cara yang tidak terduga.

Warisan Umar bin Abdul Aziz

Di antara seluruh khalifah Bani Umayyah, nama Umar bin Abdul Aziz layak disebut tersendiri. Pemerintahannya hanya sekitar tiga tahun, namun catatan sejarah menyebutnya sebagai salah satu pemimpin paling adil yang pernah ada. Dikisahkan, di masa beliau rakyat kesulitan menemukan orang yang layak menerima zakat karena kemakmuran yang merata.

Urutan Khalifah Bani Abbasiyah (Baghdad)

Jika Bani Umayyah berkuasa sekitar 90 tahun, Bani Abbasiyah jauh melampaui itu, kurang lebih 446 tahun dengan pusat pemerintahan di Baghdad. Ini adalah era keemasan peradaban Islam dalam bidang ilmu pengetahuan, filsafat, kedokteran, dan astronomi. Khalifah pertamanya adalah Abul Abbas al-Saffah, dan yang terakhir Al-Mutawakkil Alallah IV.

Urutan kekhalifahan Islam dari dinasti Abbasiyah sangat panjang, mencakup lebih dari 50 khalifah:

  • Abul Abbas al-Saffah (133–137 H / 750–754 M)
  • Abu Ja’far al-Manshur (137–159 H / 754–775 M)
  • Al-Mahdi (159–169 H / 775–785 M)
  • Al-Hadi (169–170 H / 785–786 M)
  • Harun al-Rasyid (170–194 H / 786–809 M)
  • Al-Amin (194–198 H / 809–813 M)
  • Al-Makmun (198–217 H / 813–833 M)
  • Al-Mu’tashim Billah (218–228 H / 833–842 M)
  • Al-Watsiq Billah (228–232 H / 842–847 M)
  • Al-Mutawakil Alallah (232–247 H / 847–861 M)
  • Al-Muntashir Billah (247–248 H / 861–862 M)
  • Al-Musta’in Billah (248–252 H / 862–866 M)
  • Al-Mu’taz Billah (252–256 H / 866–869 M)
  • Al-Muhtadi Billah (256–257 H / 869–870 M)
  • Al-Mu’tamad Alallah (257–279 H / 870–892 M)
  • Al-Mu’tadlid Billah (279–290 H / 892–902 M)
  • Al-Muktafi Billah (290–296 H / 902–908 M)
  • Al-Muqtadir Billah (296–320 H / 908–932 M)
  • Al-Qahir Billah (320–323 H / 932–934 M)
  • Al-Radli Billah (323–329 H / 934–940 M)
  • Al-Muttaqi Lillah (329–333 H / 940–944 M)
  • Al-Musaktafi Alallah (333–335 H / 944–946 M)
  • Al-Muthi’ Lillah (335–364 H / 946–974 M)
  • Al-Tha’i’ Lillah (364–381 H / 974–991 M)
  • Al-Qadir Billah (381–423 H / 991–1031 M)
  • Al-Qa’im Bi Amrillah (423–468 H / 1031–1075 M)
  • Al-Mu’tadi Bi Amrillah (468–487 H / 1075–1094 M)
  • Al-Mustadhhir Billah (487–512 H / 1094–1118 M)
  • Al-Mustarsyid Billah (512–530 H / 1118–1135 M)
  • Al-Rasyid Billah (530–531 H / 1135–1136 M)
  • Al-Muqtafi Li Amrillah (531–555 H / 1136–1160 M)
  • Al-Mustanjid Billah (555–566 H / 1160–1170 M)
  • Al-Mustadli’u Bi Amrillah (566–576 H / 1170–1180 M)
  • Al-Nashir Lidinillah (576–622 H / 1180–1225 M)
  • Al-Dhahir Bi Amrillah (622–623 H / 1225–1226 M)
  • Al-Mustanshir Billah (623–640 H / 1226–1242 M)
  • Al-Musta’shim Billah (640–656 H / 1242–1258 M)
  • Al-Mustanshir Billah II (660–661 H / 1261–1262 M)
  • Al-Hakim Bi Amrillah I (661–701 H / 1262–1302 M)
  • Al-Mustakfi Billah I (701–732 H / 1302–1334 M)
  • Al-Watsiq Billah I (732–742 H / 1334–1343 M)
  • Al-Hakim Bi Amrillah II (742–753 H / 1343–1354 M)
  • Al-Mu’tadlid Billah I (753–763 H / 1354–1364 M)
  • Al-Mutawakil Alallah I (763–785 H / 1364–1386 M)
  • Al-Watsiq Billah II (785–788 H / 1386–1389 M)
  • Al-Musta’shim (788–791 H / 1389–1392 M)
  • Al-Mutawakil Alallah II (791–808 H / 1392–1409 M)
  • Al-Musta’in Billah (808–815 H / 1409–1416 M)
  • Al-Mu’tadlid Billah II (815–845 H / 1416–1446 M)
  • Al-Mustakfi Billah II (845–854 H / 1446–1455 M)
  • Al-Qa’im Bi Amrillah (854–859 H / 1455–1460 M)
  • Al-Mustanjid Billah (859–884 H / 1460–1485 M)
  • Al-Mutawakil Alallah III (884–893 H / 1485–1494 M)
  • Al-Mutamasik Billah (893–914 H / 1494–1515 M)
  • Al-Mutawakil Alallah IV (914–918 H / 1515–1517 M)

Kejatuhan Baghdad dan Tiga Setengah Tahun Tanpa Khalifah

Pada tahun 1258 M, pasukan Mongol di bawah Hulagu Khan menghancurkan Baghdad dengan brutal. Khalifah Al-Musta’shim Billah dibunuh, perpustakaan besar Baghdad dibakar, dan ratusan ribu jiwa melayang. Umat Islam saat itu sempat hidup tanpa khalifah selama sekitar tiga setengah tahun, sebuah kekosongan yang belum pernah terjadi sejak era Abu Bakar. Baru kemudian muncul dinasti Abbasiyah babak kedua yang berpusat di Kairo di bawah perlindungan Mamluk, meski otoritasnya tidak lagi sekuat dulu.

Urutan Khalifah Utsmani (Istanbul)

Urutan khalifah Islam dari awal sampai akhir menemukan babnya yang terakhir pada era Utsmaniyah. Kekhalifahan ini berpusat di Istanbul (dulu Konstantinopel) dan mencatat 30 orang khalifah sejak abad ke-16 Masehi. Mereka adalah:

  • Salim I (918–926 H / 1517–1520 M)
  • Sulaiman al-Qanuni (926–974 H / 1520–1566 M)
  • Salim II (974–982 H / 1566–1574 M)
  • Murad III (982–1003 H / 1574–1595 M)
  • Muhammad III (1003–1012 H / 1595–1603 M)
  • Ahmad I (1012–1026 H / 1603–1617 M)
  • Mushthafa I (1026–1027 H / 1617–1618 M)
  • Utsman II (1027–1031 H / 1618–1622 M)
  • Mushthafa I, periode kedua (1031–1032 H / 1622–1623 M)
  • Murad IV (1032–1049 H / 1623–1640 M)
  • Ibrahim I (1049–1058 H / 1640–1648 M)
  • Muhammad IV (1058–1099 H / 1648–1687 M)
  • Sulaiman II (1099–1102 H / 1687–1691 M)
  • Ahmad II (1102–1106 H / 1691–1695 M)
  • Mushthafa II (1106–1115 H / 1695–1703 M)
  • Ahmad III (1115–1143 H / 1703–1730 M)
  • Mahmud I (1143–1168 H / 1730–1754 M)
  • Utsman III (1168–1171 H / 1754–1757 M)
  • Mushthafa III (1171–1187 H / 1757–1774 M)
  • Abdul Hamid I (1187–1203 H / 1774–1789 M)
  • Salim III (1203–1222 H / 1789–1807 M)
  • Mushthafa IV (1222–1223 H / 1807–1808 M)
  • Mahmud II (1223–1255 H / 1808–1839 M)
  • Abdul Majid I (1255–1277 H / 1839–1861 M)
  • Abdul Aziz I (1277–1293 H / 1861–1876 M)
  • Murad V (1293 H / 1876 M)
  • Abdul Hamid II (1293–1328 H / 1876–1909 M)
  • Muhammad Risyad V (1328–1338 H / 1909–1918 M)
  • Muhammad Wahiddin II (1338–1340 H / 1918–1922 M)
  • Abdul Majid II (1340–1342 H / 1922–1924 M)

Abdul Majid II tercatat sebagai khalifah terakhir umat Islam di seluruh dunia. Jabatannya dihapus oleh pemerintah Turki yang kala itu dipimpin Mustafa Kemal Ataturk pada tahun 1924. Sejak saat itulah, hingga hari ini, umat Islam hidup tanpa satu lembaga tunggal yang menyatukan kepemimpinan mereka secara global.

Panjangnya Jalan Sejarah Islam

Menelusuri urutan khalifah Islam dari masa ke masa memang bukan perkara singkat. Dari Abu Bakar yang memerintah hanya dua tahun, hingga Abdul Hamid II yang bertahan lebih dari tiga dekade menghadapi gempuran kolonialisme, setiap khalifah membawa ceritanya masing-masing. Ada yang berhasil membangun peradaban, ada pula yang tumbang di tengah konflik internal.

Bagi yang ingin memperluas wawasan tentang sejarah Islam di tingkat lokal, terutama yang berkaitan dengan Riau dan sekitarnya, situs kotogasib.web.id bisa menjadi referensi yang menarik untuk menggali jejak sejarah Islam di wilayah Riau, sebuah daerah yang memiliki keterkaitan sejarah panjang dengan dunia Melayu-Islam.

Semoga daftar dan catatan singkat ini bermanfaat sebagai panduan awal memahami urutan khalifah Islam, dari era Khulafaur Rasyidin hingga runtuhnya Kekhalifahan Utsmaniyah. Sejarah ini bukan sekadar angka dan nama, di baliknya tersimpan pelajaran tentang bagaimana sebuah peradaban tumbuh, berjaya, dan akhirnya berubah bentuk mengikuti zaman.